
Yak….berhitung mulai….1….2….3….tarik napas yang dalam….habis itu hembuskan pelan-pelan….
Hihihi, hal itu sudah jadi ritual aq belakangan ini...dalam rangka mengontrol emosi biar ga tambah capek hati dan ujung-ujungnya tidak bisa fokus.
Bagaimana ga jadi sering begitu, kalau hampir tiap hari aq menemukan hasil karya seseorang yang menambah PR aq yang sebenarnya sudah beres itu
.
Mungkin analoginya begini,
Beberapa waktu lalu aq merenovasi sebuah rumah yang cukup besar lengkap dengan isi yang bermacam-macam sampai ke printilannya. Dan semua itu juga sudah disusun dan diset sedemikian rupa. Sampai suatu hari aq menyerahkan rumah itu agar didiami oleh orang lain, lengkap dengan memberikan petunjuk dan arahan agar penyetingan itu jangan kacau balau. Arahan ini sangat beralasan, karena aq ingin agar orang tersebut mengurus rumah itu dengan seefisien mungkin dan semua isinya tetap terjaga dengan baik dan tentunya untuk kenyamanan dia juga.
Sempat beberapa kali mengingatkan orang itu setiap aq melihat ada ruangan yang berantakan atau isinya yang tidak pada tempatnya. Dan selama beberapa kali juga peringatan aq antara dituruti dan tidak (lebih banyak tidak diindahkan seyy).
Akhirnya sampai pada suatu saat dia bilang aq terlalu mengatur cara dia mengurus rumah itu dan ingin diberikan keleluasaan dalam mengurus rumah yang dia tempati. Yo wis, aq biarkan, tapi tetap berpesan "jangan dibuat berantakan ya, nanti kita juga yang capek membenahinya, dan kalau butuh saran aq bilang aja..."
Nha, tidak lama berselang orang itu tiba-tiba ga mau dirumah lagi. Dan kembali menyerahkan kunci rumahnya pada q, saat ambil kunci itu sey aq melihat rumah itu sudah cukup dibenahi (setelah aq meminta dia membenahi dulu sebelum pergi). Tapi, karena waktunya sempit memang tidak bisa serapi dulu. Aq maklum, terlebih dia akhirnya bisa memberi tau bagian-bagian mana yang dia tidak sempat membenahi.
Sampai akhirnya aq melihat kembali seisi rumah setelah dia pergi. Dan setiap kali aq datang, aq selalu menemukan bahwa hanya terlihat rapi diluar, ternyata isi dan printilan-printilan itu banyak yang sudah campur baur bahkan tidak ada
.
Jadilah, aq harus kembali kerja bakti membenahi rumah itu dan mengatur ulang isinya serta mencari printilan-printilan yang entah tercecer dimana
.
Dan setiap aq selesai membenahi satu ruangan, aq tetap harus siap-siap membenahi ruangan berikutnya yang aq masuki.
Ampunnn…..
*Jakarta, 30 Januari 2008