Kemarin.....aq takut...aq galau...
Aq takut hati q membeku...
Aq galau jika hati q membatu...
Aq takut aq tak lagi menjadi diri q...
Kemarin mata ini terasa kering...
Ia tak bisa menangis...
Disaat seharusnya aq menangis...
Aq bingung...
Seakan tak lagi mengenali diri q...
Aq tak pernah begitu...
Berbagai tanya bermunculan di benak q...
Apa air mata ini benar-benar telah kering...?
Apakah semua tangisan itu telah menghabiskan air mata q...?
Apakah hati q telah membeku…membatu…?
Membeku karena ia terlalu lelah…
Lelah melawan nurani dan logika...
Membatu karena banyaknya luka yg tertorehkan...
Tertorehkan oleh segala ucapan dan bentakan…
Semalam akhirnya ia menangis…
Ya…mata ini ternyata tak kering…
Hati ini ternyata tak beku…
Air mata itu telah mencairkannya…
Ia menangis hanya karena sebuah hal sederhana…
Sebuah ucapan yang diberikan dengan sebuah kelembutan...
Hati q tercenung...kalimat sederhana itu membangunkan rasa...
Rasa yang ternyata tak mati..
Rasa yang ternyata masih terselip di sudut hati…
Tapi aq menyadari…rasa ini sudah tak sekuat dulu…
Rasa ini tak lagi bisa menguatkan hati untuk berperang dengan nurani dan logika...
Nurani dan logika tetap menang...
Walau rasa ini tetap terselip di sudut hati dan tak mati...
Dan aq..tetap menjadi diri q...
Diri q dengan hatinya yang tak lagi membeku...
Kesedihan dan air mata q semalam telah mencairkannya kembali...
*Jakarta, 13 Desember 2007. Aq diantara rintik hujan dan pelangi.....
Dan kini q ingin kau tau...
Semua keindahan itu akan selalu membuat q tersenyum....
Dan segala kesedihan itu...telah membuat q mengerti diri q....