Akhirnya keluar juga pernyataan resminya, setelah beberapa waktu belakangan ini sukses membuat deg2an, panik, bingung, dan sempat membuat sebal.
Memang sey, kalau ditilik-tilik tampak tidak ada pilihan lain kecuali ikut-ikutan menaikkan harga BBM.
Tapi mbok ya, efek dominonya dikontrol dengan ketat, karena sebenarnya efek domino ini lah yang merugikan dan menyengsarakan rakyat secara langsung.
Harus kalau bisa menengok langsung kondisi yang dialami rakyat, yang di depan mata (baca : Ibukota) saja banyak penyelewengan yang membuat rakyat sampai hampir menangis darah
, apalagi di daerah yang semakin jauh dari jangakauan pandangan.
Jangan hanya mau terima laporan begitu saja, karena laporan-laporan itu justru banyak yang asal membuat Bapak senang tuwh...
Bicara efek domino, manknya apa aja sey yang biasa terimbas dengan keputusan kebijakan ini?
Sejauh pemikiran pengalaman saya seyy, yang biasanya langsung terimbas itu :
- Harga Angkutan umum yang naiknya bisa lebih dari persentase kenaikan BBMnya sendiri, ini bukan hal kecil lho karena biaya transportasi itu memang cukup banyak menyedot jatah bulanan
. - Minyak tanah semakin hilang dari pasaran, walaupun pemerintah menolak informasi ini tapi memang kenyataannya demikian, sekalipun ada harganya memang mencapai 4000-5000 per liter.
- Gas yang dicanangkan sebagai pengganti minyak tanah juga harganya beranjak naik tuwhh...
- Sembako (beras, minyak goreng, telur) yang tentunya sangat dibutuhkan rakyat, harganya juga semakin selangit, ya karena biaya transporatasinya melonjak, ya karena banyak juga orang yang memancing di air keruh.
Masih banyak lagi dampak yang akan dirasakan rakyat secara langsung, tapi sementara 4 hal itu lah yang benar-benar dirasakan menyesakkan dada setiap harinya.
Dan kalau bilang BLT akan menjadi jalan keluar, rasanya kok ya ga tuwh... ga tega rasanya melihat rakyat mengantri berjam-jam, orang tua terinjak-injak demi uang 100 ribu rupiah yang habis untuk makan sekeluarga 2 hari.
Kenapa ya ga dibuat program pemberdayaan masyarakat sekalian, selain mendidik, tidak mengajarkan rakyat untuk terus menadangkan tangan, hal ini harusnya akan bisa bermanfaat secara berkesinambungan.
Jadi……kalau memang ga ada pilihan yang lebih baik ya silahkan…tapi tolong kontrol terhadap dampak alias efek domino itu benar-benar diperketat.
Tolong pertegas posisi negara ini di percaturan dunia internasional, supaya ga diinjak-injak terus.
Dan lebih bagus klo kita mau bisa menasianolisasi perusahaan yang menangani SDA kita
, miris kan sebagai penghasil bukannya untung malah buntung
Sudah tau tahun ini tahun politik, mbok ya hati-hati dalam membuat keputusan kebijakan karena akan banyaknya orang yang pastinya memanfaatkan kesulitan rakyat ini
.
*Jakarta, catatan kecil di siang bolong 22 Mei 2008